Sunday, 17 May 2015

PORKAB KE-XVII YANG MEMBAWA CINTA

PORKAB KE-XVII YANG MEMBAWA CINTA

          Entah harus dari mana ku mulai becerita, karena semua ini terjadi tak teruga, Porkab ke-17 yang membawa cinta mungkin itu yang pantas dijadikan judul dalam catatan kali ini.
Berawal dari sebuah acara pesta olahraga se-kabupaten Tasikmalaya tepatnya pada hari senin, 17 oktober 2011, pagi hari itu saya sungguh sangat kesibukan untuk berangkat ke acara upacara pembukaan Porkab Ke-17 Kabupaten Tasikmalaya, ditambah lagi celoteh-celoteh dari papah saya yang terus menerus menggerutu karena merasa kesiangan, kebetulan papah saya pun ikut serta dalam acara Porkab tersebut / karena anaknya ikut serta jadi beliau pun berperan sebagai manager dicabor yang saya geluti  / Renang, (sudah menjadi hal yang lumrah bagi kami sekeluarga khususnya bagi saya, papah kalau mau berpergian kemanapun suka terasa kerepotan hingga akhirnya terasa seperti nada yang marah-marah).
Kembali ke topik utama, pagi itu akhirnya kami (saya dan papah saya) berangkat ke kantor Kecamatan Ciawi, karena pada waktu itu kita semua para atlet, manager, dan yang lainnya, diharuskan untuk berkumpul terlebih dahulu di kantor kecamatan pada pukul 07.00 sebelum berangkat ke tempat tujuan dilaksanakannya upacara pembukaan Porkab tersebut ( Gelanggang Olahraga Dadaha) yang bertempat di kota Tasikmalaya. Singkat cerita sudah terkumpullah semua tim dari kecamatan ciawi ini dan ada sedikit celoteh perbekalan dari pihak kecamatan, khususnya dari Pak Camat, yang akhirnya setelah itu kami pun bersiap untuk berangkat ke tempat tujuan (Dadaha), pada waktu itu kami tim dari cabor renang (saya, papah, dan dua orang atlet lainnya) berangkat bersama dalam satu kendaraan mobil milik Pak Pipin yang kebetulan masih saudara saya, mungkin saya menyebutnya Pakde Pipin.
Ketika kita mau berangkat / semua sudah berada dalam kendaraan dan mobil pun sudah mulai mau melaju, tak disangka dari pihak panitia kecamatan ada yang menghentikan mobil kami karena kelihatannya mobil yang kami tumpangi itu kosong jadi si’bapak yang dari kecamatan itu memohon izin untuk mengikut sertakan Atlet dari Cabor Anggar yang kelihatannya kebingungan untuk berangkat ke tempat tujuan karena tidak adanya kendaraan agar bisa ikut ke mobil yang kami tumpangi ini. Semula Pakde Pipin merasa keberatan, karena dari awal beliau sudah bicara seperti ini “Urang mah wang sakieu’an we meh lalega” yang kalau dalam bahasa Indonesia “Kita mah udah aja segini berangkatnya, biar terasa luas” dan saya pun sempat bergumam dalam hati ini ketika mendengar ada atlet anggar yang mau ikut ke mobil kami ini “Waduh hareurin atuh mun kitu cara’na mah” yang kalau diartikan seperti ini “Waduh sempit dong mobil ini kalau begitu mah”. Namun pada akhirnya pakde pun mengijinkannya asalkan jangan lebih dari dua orang / padahal dimobil ini masih cukup untuk 4-5 orang, hhheee … Tak lama datang’lah dua orang perempuan (atlet dari cabor anggar tersebut) masuk ke mobil kami ini, karena permasalahan sudah selesai akhirnya kita pun jalan / mobil yang kita tumpangi ini pun melaju ke arah tujuan.
Entah dari mana awalnya karena diperjalan cukup jauh kita tuh asyik mengobrol terutama papah dan pakde yang sudah dari tadi berbincang-bincang, dan entah dari mana pula asalnya saya dan seseorang dari dua perempuan (atlet anggar tersebut) asyik / terasa akrab dalam berbincang-bincang, yang memang sampai saat ini perempuan tersebut masih sungguh terasa sangat special bagi’ku, karena saking asyiknya mengobrol tak terasa kita sudah sampai ditempat tujuan (Dadaha), kita pun / para tim dari kecamatan ciawi bergegas untuk bersiap mengikuti pelaksanaan upacara pembukaan Porkab tersebut, dan sampailah diacara utama yakni upacara pembukaan kami pun akhirnya mengikuti dengan penuh semangat walupun memang sudah gak kuat kepanasan, hhheee … singkat cerita akhirnya selesai juga tuh upacara. Kami pun kembali tempat semula tadi parkir mobil tapi kami semua tidak langsung pulang karena menunggu yang lainnya, sambil menunggu akhirnya saya pun melanjutkan perbincangan dengan dua orang perempuan atlet dari cabor anggar tersebut yang memang tadi sempat terputus oleh upacara, kami pun asyik berbincang-bincang terutama saya merasa nyaman ketika berbincang dengan salah satu perempuan tersebut karena responnya sungguh baik.
Tak lama kami sedang berbincang ternyata ada beberapa rekannya dari cabor tersebut yang menghampiri kami, akhirnya perbincangan kami pun terputus kembali karena mereka sekarang sedang berbincang dengan rekannya yang menghampiri tadi, tak sengaja saya mendengar perbincangan mereka yang kelihatannya mereka ingin pulang bareng, entah itu rekan mereka ikut ke mobil kami atau malah mereka yang ikut ke rekannya / jadi pulangnya tidak bareng lagi di mobil ini, dari situ entah saya sempat cemas juga, takut kalau mereka pulangnya tidak bareng lagi di mobil ini dari situ saya benar-benar merasa cemas. Saya juga kebingungan / terheran-heran kenapa saya seperti ini tadi kan pas mau berangkat saya sempat berguman yang intinya saya merasa keberatan kalau ada yang ikut tapi pas sekarang kok malah cemas ketika kemungkinan mereka tidak ikut ke mobil ini lagi, entah apa yang melanda diri ini namun dari situ saya merasa benar-benar gak enak hati, sungguh sangat tidak enak hati, dan bahkan waktu itu sempat saya berdoa seperti ini “Ya Alloh mugia si’neng-neng eta uih’na ngiring deui kana mobil ieu, amin …” yang artinya “Ya Alloh semoga gadis-gadis itu pulangnya bisa ikut ke mobil ini lagi, amin …” intinya berdoa supaya bisa barengan lagi. Dan tak lama dari situ ternyata doa saya didengar oleh Sang Khaliq / kedua gadis itu pulangnya ikut ke kita lagi, Alhamdulillahirrabbil’alamin.
Singkat cerita / tak lama dari situ kita pun pulang ke dengan formasi masih lengkap seperti tadi waktu pemberangkatan (tidak nambah ataupun tidak berkurang) hhhee … oh iya setelah tadi rekannya pergi kami pun berbincang lagi, yang akhirnya kita pada meminta no kontak, walaupun kebetulan pada waktu itu saya tidak membawa Hp dan sangat disayangkan juga pada waktu itu Hp milik papah pun tidak bisa digunakan karena Low Bate ya terpaksa saya tidak bisa menyimpan no dia, namun tetap / akhirnya dia (salah seorang dari dua perempuan tersebut) yang menyimpan no saya, walaupun seperti itu saya tetap merasa kurang, karena saya tidak menyimpan no dia jadi saya tidak bisa menghubungi dia, akhirnya saya Cuma bisa berdoa semoga perempuan itu bersedia untuk meghubungi saya duluan, karena memang no kontak saya sudah ada di dia.
Akhirnya tak terasa perjalanan pun sudah hampir sampai, tak lama kami sampai di kecamatan ciawi dan dari situ kami pun membubarkan diri masing-masing saya kembali dengan tim cabor renang dan mereka kembali ke rekannya dari cabor anggar, yang akhirnya kita pun berpulang ke rumah masing-masing. Setelah sampai dirumah saya sungguh masih terus mengingat kejadian tadi itu walaupun Cuma berincang tapi saya rasakan kok ada yang berbeda ya … saya pun berpikir ada apakah ini … ??? apakah saya sedang dilanda kasmaran … ??? atau apakah saya merasa nyaman itu hanya karena respon dari dia sungguh baik … ??? atau dua-duanya / saya dilanda kasmaran ini karena respon dan sikap dari dia itu sangat baik, saya mulai merasakan jatuh cinta lagi … ??? dan mungkin semua itu memang benar / saya mulai merasakan kembali yang namanya jatuh cinta. Namun pada waktu itu saya tarik kesimpulan untuk menutup dalam-dalam rasa ini karena posisi saya sudah ada yang punya dan lagi walaupun pada waktu itu saya belum ada yang punya saya tetap kurang percaya dengan diri ini, takut perasaan dia tidak sama dengan yang saya rasakan ini. Singkat cerita satu hari itu berlalu / senin malam telah berlalu, esok hari pun telah datang ku jalani semua aktifitas seperti biasanya, namun terkadang masih sempat teringat seorang dari dua gadis atlet anggar tersebut, tapi saya tetap berusaha untuk melupakan perasaan ini karena pada waktu itu saya berpikir, mungkin ini hany rasa suka sementara yang dengan sekejap pun bisa terlupakan, dank arena memang pada waktu itu pun dia belum ada menghub no yang saya berikan kemarin, yang akhirnya saya berkesimpulan bahwa dia tidak memiliki rasa yang sam dengan yang saya rasakan itu, dan menjadi sebuah alas an kuat untuk saya melupakannya.
Singkat cerita hari-hari pun berjalan dengan biasanya, hingga akhirnya saya tidak terlalu memikirkan dia dan mungkin sudah hampir lupa. namun ternyata entah pada hari apa itu ada satu sms dari no yang tak dikenal yang memang isinya mengingatkan saya kepada seseorang. dan ternyata memang dia’lah yang mengirim sms itu, dia siapa … ??? dia (seorang gadis yang berasal dari cabor anggar) yang membuat saya kelabakan memikirkanya, walaupun pada waktu itu dia belum tau apa yang terjadi dengan saya, namun yang jelas pada waktu itu saya sungguh sangat bahagia mendapat sms dari dia karena saya bisa punya no kontak dia dan bisa contact”an dengan dia. Waktu pun berjalan saya dengan dia semakin dekat walaupun hanya sebatas lewat alat komunikasi / Hp. Hingga tibalah pada waktu itu, tanggal 2 April 2012 mungkin tepatnya antara pukul 17.00-22.00 WIB yang bermula dari sebuah sms candaan ternta berlanjut ke pembicaraan yang serius yang akhirnya pada waktu itu dia pun mengungkapkan isi hatinya yang selama ini dipendam dan memang ternyata sama seperti apa yang saya rasakan, Ya Alloh, Alhamdulillah dari situ saya sangat bahagia mendengarnya sungguh saya sangat-sangat senang sekali, terimakasih Ya Alloh ternyata cinta’ku ini tidak bertepuk sebelah tangan. Sms pun terus berlanjut pada esok harinya tepatnya yang memang pada pukul 13.53 saya mendapakatkan kepastian lagi bahwa dia pun mersakan hala sama seperti yang saya rasakan ini. Namun sayang dibalik kebahagiaan itu saya menyimpan kebingungan yang akhirnya saya ungkapkan sejujur’nya yakni bahwa saya sudah ada yang punya, jadi walaupun kita sama-sama saling mencinta kita tidak akan bisa bersatu, dari situ perasaan kebahagiaan berubahlah menjadi sebuah rasa kekecewaan, tapi saya bersyukur dia dapat mengerti posisi saya dan saya pun tidak menjadi pria yang tidak baik / tidak menjadi pria hidung belang. Walaupun memang hati ini terasa berat untuk melepaskannya tapi saya sebagai pria yang sudah mempunyai kekasih, saya harus bersikap professional, tidak boleh sampai ada kata selingkuh atau apakah itu lah namanya. Dan akhirnya Alhamdulillah kami bisa menerima kondisi ini serta hubungan saya dengan kekasih saya pun tetap terjaga. Kita (saya dan dia) tetap berhubungan / berkomunikasi secara professional, terus dan terus seperti itu walaupun dihati ini terasa berat dan mungkin dihati dia pun meraskan yang sama. Hingga akhirnya pada suatu waktu saya mendapat kabar lasung dari dia yang ternyata dia sudah memiliki pasangan / kekasih, saya berusaha untuk ikut bahagia dan merelakannya walaupun dalam hati ini terasa berat tapi say harus bersikap professional / kalau saya punya kekasih kenapa dia tidak boleh punya kekasih, karena dia bukan siapa-siapa saya, kita hanya dua sejoli yang memiliki rasa yang sama / yang saling mencintai namun tidak bisa saling memiliki. Jadi ya saya tetap mendukung dan seakakan ikut bahagia dengan kabar itu, waktu pun terus berjalan dengan normalnya / saya bahagia dengan kekasih saya dan dia pun bahagia dengan kekasihnya, serta komunikasi kita pun tetap tidak terputus walaupun tidak sedekat dulu.
Namun suatu saat entah kapan’kah itu saya mendengar dari dia kalau hud mereka sudah berakhir lagi / dia sudah putus lagi dengan kekasihnya, saya pun ikut sedih mendengarnya walaupun dalam hati kecil ini sempat ada sedikit rasa senang tapi tetap saya merasa sedih mendengar dia telah putus dengan kekasihnya, yang akhirnya kedekatan kami pun mulai terasa lagi dengan tetap saya harus professional / harus bisa membatasi kedekatan ini karena posisi saya yang sudah punya kekasih, waktu pun terus berjalan dan hubungan / komunikasi pun tetap seprti biasanya. Hingga suatu saat pada bulan Ramadhan kemarin tepatnya 3hari sebelum hari raya Idul Fitri kami sempat jalan, disitu sungguh terasa kdekatan itu, sampai saya hampir lupa posisi saya tapi Alhamdulillah Alloh SWT masih menjaga hati ini. Tak terasa hari-hari pun berlalu hingga suatu waktu saya mendengar kembali kabar gembira bagi dirinya yakni dia sudah menemukan kekasih hatinya lagi walaupun dengan orang yang berbeda, dan seperti biasa saya pun ikut senang mendengarnya, walaupun dalam hati ini bergumam “Haduh sudah kembali milik orang lain lagi deh” tapi saya harus dan bahkan sangat harus untuk merelakannya karena mungkin itulah kebahagiaan dia. Waktu demi waktu terus berjalan dan berjalan seperti biasa dulu ketika posisi dia sedang memiliki seorang kekasih, hingga sampai saat ini pun tetap seperti itulah / kita tetap berkomunikasi namun tetap profesinonal.
Dan akhir kata dari catatan ini, untuk dia yang ada dalam tulisan ini perlu anda tau bahwa sampai saat ini saya masih tetap menyimpan rasa ini sama seperti dulu kala, walaupun cinta ini tak bisa memiliki tapi saya cukup bahagia dengan saya mencintai anda dan anda’pun merasakan hal yang sama. Oh iya mungkin semuanya bertanya-tanya siapakah dia yang ada didalam catatn ini … ??? dia adalah, seorang gadis yang bernama Reni Nuraidah. Untuknya saya mendoa’kan “Neng Reni Nuraidah, mugia neng tiasa mendakan kabahagian nu langgeng nya, kabahigiaan nu endah salamina, Aa di dieu tetep mikanyaah neng”. J


Malam Minggu (1o November 2012), Berbagi Note