PORKAB KE-XVII YANG MEMBAWA CINTA
Entah harus dari mana
ku mulai becerita, karena semua ini terjadi tak teruga, Porkab ke-17 yang
membawa cinta mungkin itu yang pantas dijadikan judul dalam catatan kali ini.
Berawal dari sebuah acara pesta olahraga se-kabupaten
Tasikmalaya tepatnya pada hari senin, 17 oktober 2011, pagi hari itu saya
sungguh sangat kesibukan untuk berangkat ke acara upacara pembukaan Porkab
Ke-17 Kabupaten Tasikmalaya, ditambah lagi celoteh-celoteh dari papah saya yang
terus menerus menggerutu karena merasa kesiangan, kebetulan papah saya pun ikut
serta dalam acara Porkab tersebut / karena anaknya ikut serta jadi beliau pun
berperan sebagai manager dicabor yang saya geluti / Renang, (sudah menjadi hal yang lumrah bagi
kami sekeluarga khususnya bagi saya, papah kalau mau berpergian kemanapun suka
terasa kerepotan hingga akhirnya terasa seperti nada yang marah-marah).
Kembali ke topik utama, pagi itu akhirnya kami
(saya dan papah saya) berangkat ke kantor Kecamatan Ciawi, karena pada waktu
itu kita semua para atlet, manager, dan yang lainnya, diharuskan untuk
berkumpul terlebih dahulu di kantor kecamatan pada pukul 07.00 sebelum
berangkat ke tempat tujuan dilaksanakannya upacara pembukaan Porkab tersebut (
Gelanggang Olahraga Dadaha) yang bertempat di kota Tasikmalaya. Singkat cerita
sudah terkumpullah semua tim dari kecamatan ciawi ini dan ada sedikit celoteh
perbekalan dari pihak kecamatan, khususnya dari Pak Camat, yang akhirnya
setelah itu kami pun bersiap untuk berangkat ke tempat tujuan (Dadaha), pada
waktu itu kami tim dari cabor renang (saya, papah, dan dua orang atlet lainnya)
berangkat bersama dalam satu kendaraan mobil milik Pak Pipin yang kebetulan
masih saudara saya, mungkin saya menyebutnya Pakde Pipin.
Ketika kita mau berangkat / semua sudah berada
dalam kendaraan dan mobil pun sudah mulai mau melaju, tak disangka dari pihak
panitia kecamatan ada yang menghentikan mobil kami karena kelihatannya mobil
yang kami tumpangi itu kosong jadi si’bapak yang dari kecamatan itu memohon izin
untuk mengikut sertakan Atlet dari Cabor Anggar yang kelihatannya kebingungan
untuk berangkat ke tempat tujuan karena tidak adanya kendaraan agar bisa ikut
ke mobil yang kami tumpangi ini. Semula Pakde Pipin merasa keberatan, karena
dari awal beliau sudah bicara seperti ini “Urang mah wang sakieu’an we meh
lalega” yang kalau dalam bahasa Indonesia “Kita mah udah aja segini
berangkatnya, biar terasa luas” dan saya pun sempat bergumam dalam hati ini
ketika mendengar ada atlet anggar yang mau ikut ke mobil kami ini “Waduh
hareurin atuh mun kitu cara’na mah” yang kalau diartikan seperti ini “Waduh
sempit dong mobil ini kalau begitu mah”. Namun pada akhirnya pakde pun
mengijinkannya asalkan jangan lebih dari dua orang / padahal dimobil ini masih
cukup untuk 4-5 orang, hhheee … Tak lama datang’lah dua orang perempuan (atlet
dari cabor anggar tersebut) masuk ke mobil kami ini, karena permasalahan sudah
selesai akhirnya kita pun jalan / mobil yang kita tumpangi ini pun melaju ke
arah tujuan.
Entah dari mana awalnya karena diperjalan cukup
jauh kita tuh asyik mengobrol terutama papah dan pakde yang sudah dari tadi
berbincang-bincang, dan entah dari mana pula asalnya saya dan seseorang dari
dua perempuan (atlet anggar tersebut) asyik / terasa akrab dalam
berbincang-bincang, yang memang sampai saat ini perempuan tersebut masih
sungguh terasa sangat special bagi’ku, karena saking asyiknya mengobrol tak
terasa kita sudah sampai ditempat tujuan (Dadaha), kita pun / para tim dari
kecamatan ciawi bergegas untuk bersiap mengikuti pelaksanaan upacara pembukaan
Porkab tersebut, dan sampailah diacara utama yakni upacara pembukaan kami pun
akhirnya mengikuti dengan penuh semangat walupun memang sudah gak kuat
kepanasan, hhheee … singkat cerita akhirnya selesai juga tuh upacara. Kami pun
kembali tempat semula tadi parkir mobil tapi kami semua tidak langsung pulang
karena menunggu yang lainnya, sambil menunggu akhirnya saya pun melanjutkan
perbincangan dengan dua orang perempuan atlet dari cabor anggar tersebut yang
memang tadi sempat terputus oleh upacara, kami pun asyik berbincang-bincang
terutama saya merasa nyaman ketika berbincang dengan salah satu perempuan
tersebut karena responnya sungguh baik.
Tak lama kami sedang berbincang ternyata ada
beberapa rekannya dari cabor tersebut yang menghampiri kami, akhirnya
perbincangan kami pun terputus kembali karena mereka sekarang sedang berbincang
dengan rekannya yang menghampiri tadi, tak sengaja saya mendengar perbincangan
mereka yang kelihatannya mereka ingin pulang bareng, entah itu rekan mereka
ikut ke mobil kami atau malah mereka yang ikut ke rekannya / jadi pulangnya
tidak bareng lagi di mobil ini, dari situ entah saya sempat cemas juga, takut
kalau mereka pulangnya tidak bareng lagi di mobil ini dari situ saya
benar-benar merasa cemas. Saya juga kebingungan / terheran-heran kenapa saya
seperti ini tadi kan pas mau berangkat saya sempat berguman yang intinya saya
merasa keberatan kalau ada yang ikut tapi pas sekarang kok malah cemas ketika
kemungkinan mereka tidak ikut ke mobil ini lagi, entah apa yang melanda diri
ini namun dari situ saya merasa benar-benar gak enak hati, sungguh sangat tidak
enak hati, dan bahkan waktu itu sempat saya berdoa seperti ini “Ya Alloh mugia
si’neng-neng eta uih’na ngiring deui kana mobil ieu, amin …” yang artinya “Ya
Alloh semoga gadis-gadis itu pulangnya bisa ikut ke mobil ini lagi, amin …”
intinya berdoa supaya bisa barengan lagi. Dan tak lama dari situ ternyata doa
saya didengar oleh Sang Khaliq /
kedua gadis itu pulangnya ikut ke kita lagi, Alhamdulillahirrabbil’alamin.
Singkat cerita / tak lama dari situ kita pun
pulang ke dengan formasi masih lengkap seperti tadi waktu pemberangkatan (tidak
nambah ataupun tidak berkurang) hhhee … oh iya setelah tadi rekannya pergi kami
pun berbincang lagi, yang akhirnya kita pada meminta no kontak, walaupun
kebetulan pada waktu itu saya tidak membawa Hp dan sangat disayangkan juga pada
waktu itu Hp milik papah pun tidak bisa digunakan karena Low Bate ya terpaksa
saya tidak bisa menyimpan no dia, namun tetap / akhirnya dia (salah seorang
dari dua perempuan tersebut) yang menyimpan no saya, walaupun seperti itu saya
tetap merasa kurang, karena saya tidak menyimpan no dia jadi saya tidak bisa
menghubungi dia, akhirnya saya Cuma bisa berdoa semoga perempuan itu bersedia
untuk meghubungi saya duluan, karena memang no kontak saya sudah ada di dia.
Akhirnya tak terasa perjalanan pun sudah hampir
sampai, tak lama kami sampai di kecamatan ciawi dan dari situ kami pun
membubarkan diri masing-masing saya kembali dengan tim cabor renang dan mereka
kembali ke rekannya dari cabor anggar, yang akhirnya kita pun berpulang ke
rumah masing-masing. Setelah sampai dirumah saya sungguh masih terus mengingat
kejadian tadi itu walaupun Cuma berincang tapi saya rasakan kok ada yang
berbeda ya … saya pun berpikir ada apakah ini … ??? apakah saya sedang dilanda
kasmaran … ??? atau apakah saya merasa nyaman itu hanya karena respon dari dia
sungguh baik … ??? atau dua-duanya / saya dilanda kasmaran ini karena respon
dan sikap dari dia itu sangat baik, saya mulai merasakan jatuh cinta lagi … ???
dan mungkin semua itu memang benar / saya mulai merasakan kembali yang namanya
jatuh cinta. Namun pada waktu itu saya tarik kesimpulan untuk menutup
dalam-dalam rasa ini karena posisi saya sudah ada yang punya dan lagi walaupun
pada waktu itu saya belum ada yang punya saya tetap kurang percaya dengan diri
ini, takut perasaan dia tidak sama dengan yang saya rasakan ini. Singkat cerita
satu hari itu berlalu / senin malam telah berlalu, esok hari pun telah datang
ku jalani semua aktifitas seperti biasanya, namun terkadang masih sempat
teringat seorang dari dua gadis atlet anggar tersebut, tapi saya tetap berusaha
untuk melupakan perasaan ini karena pada waktu itu saya berpikir, mungkin ini hany
rasa suka sementara yang dengan sekejap pun bisa terlupakan, dank arena memang
pada waktu itu pun dia belum ada menghub no yang saya berikan kemarin, yang
akhirnya saya berkesimpulan bahwa dia tidak memiliki rasa yang sam dengan yang
saya rasakan itu, dan menjadi sebuah alas an kuat untuk saya melupakannya.
Singkat cerita hari-hari pun berjalan dengan
biasanya, hingga akhirnya saya tidak terlalu memikirkan dia dan mungkin sudah
hampir lupa. namun ternyata entah pada hari apa itu ada satu sms dari no yang tak
dikenal yang memang isinya mengingatkan saya kepada seseorang. dan ternyata
memang dia’lah yang mengirim sms itu, dia siapa … ??? dia (seorang gadis yang
berasal dari cabor anggar) yang membuat saya kelabakan memikirkanya, walaupun
pada waktu itu dia belum tau apa yang terjadi dengan saya, namun yang jelas
pada waktu itu saya sungguh sangat bahagia mendapat sms dari dia karena saya
bisa punya no kontak dia dan bisa contact”an dengan dia. Waktu pun berjalan
saya dengan dia semakin dekat walaupun hanya sebatas lewat alat komunikasi /
Hp. Hingga tibalah pada waktu itu, tanggal 2 April 2012 mungkin tepatnya antara
pukul 17.00-22.00 WIB yang bermula dari sebuah sms candaan ternta berlanjut ke
pembicaraan yang serius yang akhirnya pada waktu itu dia pun mengungkapkan isi
hatinya yang selama ini dipendam dan memang ternyata sama seperti apa yang saya
rasakan, Ya Alloh, Alhamdulillah dari situ saya sangat bahagia mendengarnya
sungguh saya sangat-sangat senang sekali, terimakasih Ya Alloh ternyata
cinta’ku ini tidak bertepuk sebelah tangan. Sms pun terus berlanjut pada esok
harinya tepatnya yang memang pada pukul 13.53 saya mendapakatkan kepastian lagi
bahwa dia pun mersakan hala sama seperti yang saya rasakan ini. Namun sayang
dibalik kebahagiaan itu saya menyimpan kebingungan yang akhirnya saya ungkapkan
sejujur’nya yakni bahwa saya sudah ada yang punya, jadi walaupun kita sama-sama
saling mencinta kita tidak akan bisa bersatu, dari situ perasaan kebahagiaan
berubahlah menjadi sebuah rasa kekecewaan, tapi saya bersyukur dia dapat
mengerti posisi saya dan saya pun tidak menjadi pria yang tidak baik / tidak
menjadi pria hidung belang. Walaupun memang hati ini terasa berat untuk
melepaskannya tapi saya sebagai pria yang sudah mempunyai kekasih, saya harus
bersikap professional, tidak boleh sampai ada kata selingkuh atau apakah itu
lah namanya. Dan akhirnya Alhamdulillah kami bisa menerima kondisi ini serta
hubungan saya dengan kekasih saya pun tetap terjaga. Kita (saya dan dia) tetap
berhubungan / berkomunikasi secara professional, terus dan terus seperti itu
walaupun dihati ini terasa berat dan mungkin dihati dia pun meraskan yang sama.
Hingga akhirnya pada suatu waktu saya mendapat kabar lasung dari dia yang
ternyata dia sudah memiliki pasangan / kekasih, saya berusaha untuk ikut
bahagia dan merelakannya walaupun dalam hati ini terasa berat tapi say harus
bersikap professional / kalau saya punya kekasih kenapa dia tidak boleh punya
kekasih, karena dia bukan siapa-siapa saya, kita hanya dua sejoli yang memiliki
rasa yang sama / yang saling mencintai namun tidak bisa saling memiliki. Jadi
ya saya tetap mendukung dan seakakan ikut bahagia dengan kabar itu, waktu pun
terus berjalan dengan normalnya / saya bahagia dengan kekasih saya dan dia pun
bahagia dengan kekasihnya, serta komunikasi kita pun tetap tidak terputus
walaupun tidak sedekat dulu.
Namun suatu saat entah kapan’kah itu saya
mendengar dari dia kalau hud mereka sudah berakhir lagi / dia sudah putus lagi
dengan kekasihnya, saya pun ikut sedih mendengarnya walaupun dalam hati kecil
ini sempat ada sedikit rasa senang tapi tetap saya merasa sedih mendengar dia
telah putus dengan kekasihnya, yang akhirnya kedekatan kami pun mulai terasa
lagi dengan tetap saya harus professional / harus bisa membatasi kedekatan ini
karena posisi saya yang sudah punya kekasih, waktu pun terus berjalan dan
hubungan / komunikasi pun tetap seprti biasanya. Hingga suatu saat pada bulan
Ramadhan kemarin tepatnya 3hari sebelum hari raya Idul Fitri kami sempat jalan,
disitu sungguh terasa kdekatan itu, sampai saya hampir lupa posisi saya tapi
Alhamdulillah Alloh SWT masih menjaga hati ini. Tak terasa hari-hari pun
berlalu hingga suatu waktu saya mendengar kembali kabar gembira bagi dirinya
yakni dia sudah menemukan kekasih hatinya lagi walaupun dengan orang yang
berbeda, dan seperti biasa saya pun ikut senang mendengarnya, walaupun dalam
hati ini bergumam “Haduh sudah kembali milik orang lain lagi deh” tapi saya
harus dan bahkan sangat harus untuk merelakannya karena mungkin itulah
kebahagiaan dia. Waktu demi waktu terus berjalan dan berjalan seperti biasa
dulu ketika posisi dia sedang memiliki seorang kekasih, hingga sampai saat ini
pun tetap seperti itulah / kita tetap berkomunikasi namun tetap profesinonal.
Dan akhir kata dari catatan ini, untuk dia yang
ada dalam tulisan ini perlu anda tau bahwa sampai saat ini saya masih tetap
menyimpan rasa ini sama seperti dulu kala, walaupun cinta ini tak bisa memiliki
tapi saya cukup bahagia dengan saya mencintai anda dan anda’pun merasakan hal
yang sama. Oh iya mungkin semuanya bertanya-tanya siapakah dia yang ada didalam
catatn ini … ??? dia adalah, seorang gadis yang bernama Reni Nuraidah. Untuknya
saya mendoa’kan “Neng Reni Nuraidah, mugia neng tiasa mendakan kabahagian nu
langgeng nya, kabahigiaan nu endah salamina, Aa di dieu tetep mikanyaah neng”. J
Malam Minggu (1o November 2012), Berbagi
Note
